Rabu, 22 Juni 2011
Selasa, 14 Juni 2011
Ciri-Ciri (calon) Penghafal Quran
Lama tak menari jemari ini tuk berbagi di sini. Begitu banyak hikmah yang menuntut tuk disebarkan, tapi apa daya. Hehe
Sejenak mengutip dari sebagian ayatNya di Surah Maryam, "Maka sungguh telah dijadikannya (Al Quran) itu mudah bagi lisanmu." Ada kata-kata "MUDAH" di ayat itu. Berarti kata lainnya, Allah telah MENCABUT semua alasan yang mungkin jadi penyebab kita tidak/belum hapal ayat-ayatNya. Atau Allah telah mencabut alasan yang sering kita utarakan dalam melalaikan Quran.
Mungkin sering ya kita memberikan waktu untuk Quran itu hanya sekadarnya, "kalo sempet", "kalo ga sibuk", dan banyaak "kalo-kalo" yang lain. Lupakah kita kalau Quran ini petunjuk pertama dan yang utama? Lupakah kita dengan PERINTAH pertama dariNya yaitu untuk MEMBACA? Lupakah kita kalau Quran ini adalah bekal utama yang nyata?
Coba mulai saat ini, minimal kita agendakan waktu untuk bersama Quran dalam kegiatan rutin kita, seperti halnya kita rutin shalat, makan, mandi, dan sebagainya. Sibuk? Sibuk bukan alasan! Semua kita juga Allah beri kesibukan, tetapi banyak saudara kita yang komitmen membersamai Quran. Catat ini dalam hati kita, kalau bukan Quran yang kita baca, bukan pada Rasulullah kita menempatkannya sebagai idola, dan bukan pada Allah kita menghamba. maka surga itu cuma mimpi bagi kita.
Lho, kayaknya 'melenceng' dari judul ya? Yah ga apa-apa lah, kan mengingatkan tentang URGENSI Quran, hehe.
Kembali ke judul, dipaparkan oleh ustaz Abdul Aziz Abdur Rauf tentang ciri dari orang yang berbakat menghapal Quran. Berikut ciri-cirinya menurut beliau:
1. Siap berlama-lama membaca al Quran
Kita siap meraih pahalanya. Begitu asyik melantunkannya. Hanyut dalam kisah-kisahnya. Menderu rindu dengan janjinya. Merengkuh cahayanya. Dan yang lainnya masih banyak lagi yang bisa digapai disaat kita berlama-lama bersama al Quran.
2. Senang dan termotivasi setiap kali mendengar taujih al Quran
Kita senantiasa senang mendengar taujih al Quran, sebagaimana para jin begitu senang mendengar taujih robbani ini.
Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan, (QS. Jin: 1)
3. Senang mendengar bacaan al quran
Rasulullah begitu ingin mendengarkan ayat-ayat yang dilantunkan orang lain. Hal ini sebagaimana terungkap dalam hadits,
Dari Abdullah bin Masud ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda kepadaku: “Bacakan Al Quran kepadaku.” Aku bertanya: “Wahai Rasulullah, aku harus membacakan Al Quran kepada baginda, sedangkan kepada bagindalah Al Quran diturunkan?” Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya aku senang bila mendengarkan dari orang selainku.” Kemudian aku membaca surat An-Nisa’. Ketika sampai pada ayat yang berbunyi: “Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (umatmu).” Aku angkat kepalaku atau secara mendadak ada seseorang berada di sampingku. Dan ketika aku angkat kepalaku, aku melihat beliau mencucurkan air mata. (Sahih Muslim No: 1332)
Imam Nawawi berkata “Ada beberapa hal yang dapat dipetik dari hadis ini, di antaranya: sunat hukumnya mendengarkan bacaan Al Quran, merenungi, dan menangis ketika mendengarnya, dan sunat hukumnya seseorang meminta kepada orang lain untuk membaca Al Quran agar dia mendengarkannya, dan cara ini lebih mantap untuk memahami dan mentadabburi Al Quran, dibandingkan dengan membaca sendiri.”
4. Menetapkan waktu wajib bersama al Quran
Kita terkadang lupa atau memang dilupakan?! Makan kita teratur, jam kerja apalagi. Jam istirahat tentu saja. Atau aktifitas lainnya, ya semua sudah ada agendanya. Namun, dalam aktifitas harian kita, apakah kita sudah menetapkan jam wajib bersama al Quran?! Ya kita tetapkan mulai detik ini jam wajib bersama al Quran.
5. Senang berteman dengan penghafal al Quran
Sangat populer buat kita ungkapan orang Arab, bila kita berteman dengan tukang pandai besi kita akan terkena hitam dan percikan besi tersebut. Dan bila berteman dengan tukang minyak wangi, kita pun ikut kecipratan wanginya. Apatah lagi, kita akan tentram, sejuk, tenang dan perasaan damai bila bergaul dengan para penghafal al Quran yang Allah ditinggikan derajatnnya.
6. Banyak ibadah supaya mendapatkan kemudahan menghafal al Quran
Diantara penyebab kenapa seseorang begitu sulit menghafal al Quran, bisa jadi karena ibadahnya bolong-bolong atau kurang. Karena semakin banyak ibadah seseorang, tentunya ia semakin dekat dengan Allah dan semakin dekat pula segala pertolongan-Nya.
7. Sangat iri (ghibthoh) dengan yang hafal al Quran
Pernahkan terbersit dalam jiwa kita perasaan ini terhadap para hafizhul Quran? bila jawabannya ya, yakinlah kita sebentar lagi menyusul dan menyertai mereka.
8. Banyak doa untuk menjadi hafidzul quran
Seorang mukmin hendaknya selalu berdo’a kepada Allah dimanapun dan kapanpun ia berada sebagaimana Allah berfirman:
“dan jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka seseungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Rabbmu itu Mahapemalu dan Mahamulia, malu dari hambaNya jika ia mengangkat kedua tangannya (memohon) kepada-Nya kemudian menariknya kembali dalam keadaan hampa kedua tangan-nya.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, di-hasan-kan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar dan Al-Albani)
Ibarat anak kecil yang merengek meminta uang jajan pada orangtuanya, semakin merengek orang tua akhirnya mengabulkan permintaan anaknya. Apalagi kita memohon terus menerus, siang malam agar menjadi hafizhul quran, tentunya Allah Maha Luas Hamparan Karunia-Nya.
9. Senang dengan qiyamul lail yang panjang
Maha benar Firman Allah Swt,
“Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari.” (QS. Al Insan: 26)
“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. Dan katakanlah: ‘Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.’” (QS. Al Isra’: 79-80)
“Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” (QS. Al Muzzammil: 2-6)
10. Banyak menghatamkan al Quran
Disebutkan bahwa Imam Ahmad terkenal dengan hafalannya yang kuat. Kenapa demikian, karena ternyata selama hidupnya beliau telah mengkhatamkan al Quran sebanyak 7000 kali!!. Pertanyaan buat kita, apabila usia kita sekarang 40 tahun sudah berapa kali khatam. Kalau diambil minimalnya, satu bulan 1 kali berarti kita hanya sampai 40X12=480, ya hanya 480 kali!. Bagaimana bila bolong-bolong dalam satu bulan tidak sampai khatam?!
11. Berusaha tetap bersama al Quran meski sedang malas
Orang yang terbiasa membaca al Quran, ia akan tetap membaca al Quran meski sedang malas (futur). Ibarat olahragawan yang biasa rutin mengelilingi lapangan stadion sepuluh kali, disaat malas ia tetap berlari mengelilingi stadion meski tiga putaran saja. Artinya ia masih tetap melaksanakan, jangan sampai tidak sama sekali.
12. plus; JANGAN BANYAK ALASAN UNTUK TIDAK MEMBACA DAN MENGHAFAL AL QURAN
Panjang ya? Namun, semoga tetap menyemarakkan semangat tuk meraih nikmat bersama Quran. "Kita siap meraih pahalanya. Begitu asyik melantunkannya. Hanyut dalam kisah-kisahnya. Menderu rindu dengan janjinya. Merengkuh cahayanya. Dan yang lainnya masih banyak lagi yang bisa digapai disaat kita berlama-lama bersama al Quran."
http://www.fazri91.co.cc/2011/05/oleh-oleh-dari-lembang-ciri-ciri-calon.html
Jumat, 10 Juni 2011
Allah Pasti Memberi Jika Kita Meminta
Satu Tamparan untuk Sebuah Pertanyaan
Senin, 16 Mei 2011
Macet
Telat ngejar omprengan lima menit
Konsekuensi telat tiga puluh menit
Solusi?
8usway, kampanye nebeng ompreng, pelebaran jalan, s.d parkir mahal
Masih tetap macet
Penat
Pintu tol penuh sesak kendaraan
Ngantuk, gerah, lelah
Ibarat penderita stroke yang sedang kumat
Aliran darah tersendat-sendat
Karena sempit pembuluh penuh lemak menyumbat
Darah tak sanggup lewat
Ah macet..macet..
Kayak orang stroke
Kamis, 28 April 2011
Kamis, 21 April 2011
Sekitar Unsoed Selayang Pandang
Violet. Salah satu tempat yang sering dikunjungi mahasiswa beberapa jurusan, terutama saat-saat UTS ataupun UAS. Kimia, Ilmu Tanah, Teknik Hasil Pertanian, dsb. Ya, lecture note, catatan terlengkap, dan diktat perkuliahan mereka dititipkan oleh koordinator kelas di tempat ini.
Wijaya. Pilihan bagi mahasiswa yang hendak menjilid laporan dan skripsi. Pengerjaan cepat, hasil bagus, dan biaya terjangkau.Mahasiswa jurusan lainnya juga menitipkan lecture note di sini (setiap jurusan memiliki tempat fotokopi favorit).
Fotokopi depan Asrama mahasiswa (biasa disebut Asput). Ada dua buah. Tempat alternatif memfotokopi KTP, KTM, berkas-berkas atau membeli alat tulis bagi mahasiswa yang tinggal di Asput ataupun mahasiswa yang kebetulan sedang mampir ke Asput. Karena Asput adalah tempat transit yang paling asik( ;D ).
Surya. Toko yang menjual kemikalia. Letaknya tepat di antara dua tempat fotokopi depan Asput. Jadi, mahasiswa yang memecahkan tabung reaksi, Erlenmeyer, dsb biasanya membeli gantinya di sini. Karena Surya adalah satu-satunya penjual alat kemikalia terdekat dengan kampus, maka terkadang harga tergantung mood penjual.
Sovia. Warnet yang berkembang cepat dan senantiasa berinovasi. Hal ini tentu karena pengelolanya mampu membaca pasar. Tempatnya nyaman. Selain melayani jasa internet dan Wi-Fi di lokasi, Sovia juga melayani pemasangan Wi-Fi di kos-kos terdekatnya.
Idaman. Warnet dengan modal besar, terlihat dari jumlah warnetnya (ada di kampus depan dan belakang), bangunan, dan jumlah unit komputernya. Bisa juga menjadi pilihan karena memiliki variasi biaya tergantung ruangan. Apakah Ac ataukah kipas angin?
Diva. Warnet ukuran medium. Warnet alternatif, jika warnet-warnet besar sudah fully booked.
Soeparno. Nama jalan. Jalan Dr. Soeparno tepatnya.
Djaelani. Nama gang.
Sumampir. Nama daerah. Dari Hr. Bunyamin ke arah Baturraden, Pabuaran belok kiri lurus terus.
Cendrawasih. Nama gang. Tembus ke Lapangan Grendeng.
Te-Ka. Swalayan kecil yang mampu mengakomodasi kebutuhan mahasiswa sekitarnya.
BK. Swalayan agak besar dan komplit. Tepat di depan gedung Pusat Administrasi.
Vandilla. CafĂ© spesialis jus. Identik dengan antrian yang selalu penuh. Untungnya semua pegawai begitu cepat dan cekatan melayani, sehingga yang mengantri tidak kelamaan dan bisa dipastikan antrian tidak akan ‘diselak’. Jusnya komplit dan pilihan menu paket makanannya juga lumayan.
Ramane. Tempat laundry. Letaknya persis di depan Vandilla.
Tantene. Resto spesialis ayam. Sambelnya menggigit, jusnya segar. Mampu menampung banyak orang. Biasa digunakan sebagai tempat berkumpul. Harga terjangkau dan tempatnya asik (saung-saung di atas kolam ikan).
Al-Fath. Tempat makan yang menyebar. Ada ukuran kecil dan sedang. Spesialis penyet. Capcaynya juga yang lumayan.
Mang Taher (Cirebon). Nasi goreng dan capcaynya TOP.
Mafaza, singkatan Masjid Fatimatuzzahra. Komplek masjid dengan banyak kegiatan. Ada PAUD, mini market, pusat bahasa, radio, klinik, dan ruang seminar. Bangunan Masjidnya sendiri besar. Senantiasa menjadi tempat persinggahan mahasiswa atau siapapun yang saat dalam perjalanan, mendapati dirinya memasuki waktu sholat. Lokasinya strategis, berada di antara kampus depan dan kampus belakang.
Nurul Ulum. Masjid kampus yang terletak di seberang Perpustakaan Pusat. Terkadang dijadikan tempat beraktivitas dan berkegiatan oleh mahasiswa. Namun, karena lokasi kurang strategis (yaitu pertigaan lampu merah yang cukup sulit menyebrang ke sana), maka hanya orang yang berniat ke Masjid ini yang akan mengunjunginya.
Baitul Ghufron. Mushola kecil di sudut Lapangan Karangwangkal. Setiap sore sekitar pukul 16.00 akan terdengar suara yang sungguh khas, suara medok seorang anak kecil yang terdengar dari TOA Mushola. Hal ini sungguh berkesan, sehingga mahasiswa dari luar daerah yang tinggal di sekitaran Mushola pasti hafal kumandang ini, ”Panggilaan ditunjukkaan kepadaaa santriwansantriwati. Diharaap segeradatang. Karenaaa waktunyasudahcukupsore. Sekali lagiii, panggilaan ditunjukkaan kepadaaa santriwansantriwati. Diharaap segeradatang. Karenaaa waktunyasudahcukupsore. Terima kasih. Wassalaaamu’alaikumwarohmatullohiii Wabarokaaatuh.”