Selasa, 06 Maret 2012

Belajar Menjadi Egois dan Individualis

Dalam memandang hidup di dunia (keluarga, teman, dan orang lain), hendaknya kita lapang dada, menyediakan nafas yang panjang, dan memberikan pemakluman-pemakluman, atas segala ucapan dan perilaku mereka. Baik kepada kita maupun kepada hidup mereka.

Sementara, dalam memandang hidup di akhirat (diri sendiri), hendaknya kita keras, egois, dan individualis. Sehingga, kita tidak terlalu kecewa dengan khilafnya sikap orang lain, yang berakibat kepada mutung dan melakukan pembenaran, lalu ikut-ikutan melakukan kesalahan.

Ketika orang lain melakukan kesalahan kepada kita, lapang dada dan maafkan. Namun, hendaknya kita berusaha untuk tidak melakukan hal sama terhadap orang tersebut atau orang lain, itulah yang dimaksudkan egois di sini. Egois dan individualis terhadap amal-amal. Karena, saat menghadap pengadilan Allah, kita akan datang sendiri. Pada akhirnya kitapun sibuk mencemaskan diri masing-masing. Boro-boro orang tua atau anak.

Lebih menguntungkan jika kita sibuk memperbaiki diri, ketimbang sibuk mencari-cari kesalahan orang lain. Karena pada hakikatnya, ketika kita diperlihatkan keburukan-keburukan orang lain, bisa jadi itulah keburukan kita yang tidak kita sadari. Sehingga, cara memperbaiki keburukan itu adalah dengan mengoreksi dan memperbaiki diri sendiri.

Senin, 13 Februari 2012

Adab Berdo'a

http://winasavitri.multiply.com/journal/item/125/Adab_Berdoa_twitografi_Ust._Salim_A._Fillah

1)     Karena desakan hajat yang memenuhi jiwa; sebab keinginan-keinginan yang menghantui angan; kita lalu menjadi hamba pen-

#doa.

2)     Tentu saja meminta apapun, selama ianya kebaikan, tak terlarang di sisi Allah Yang Maha Pemurah & Maha Penyayang. 

#doa

3)     Sungguh kita dianjurkan banyak meminta; sebab yang tak pernah memohon apapun pada Allah, justru jatuh pada kesombongan. 

#doa

4)       Hari-hari ini; kita disuguhi ajaran-ajaran antah-berantah tentang

#doa; yang katanya harus spesifik, tervisualisasi, LoA.

5)       Hamba agung pertama adalah Musa; betapa payah dia berlari dari Mesir hingga Madyan; dikejar pasukan setelah membunuh. 

#doa

6)       Kisah yang diabadikan Surah Al Qashash itu amat indah; bahwa dalam lelah & gelisah; Musa tetap tergerak menolong sesama. 

#doa

7)       Ada 2 putri Syu'aib yang tersebab kehormatan diri tak ingin berdesak-desak; menunggu giliran memberi minum ternak. 

#doa

8)       Maka Musa; yang walau perkasa tapi tenaganya tinggal sisa-sisa; menolong kedua gadis mulia itu dengan begitu ksatria. 

#doa

9)       Seusainya; Musa bernaung di tempat yang agak teduh. Para Mufassir menyebutkan; dia begitu lapar & memerlukan makanan.

#doa

10)     Tapi apakah kemudian Musa ber-

#doa secara detail, spesifik, & divisualisasikan atas apa yang dia hajatkan? Mari kita simak.

11)     Musa ber-

#doa: "Rabbi, inni lima anzalta ilayya min KHAIRIN faqiir.. Duhai Rabbku, sungguh aku terhadap yang Kau turunkan..

12)     ..padaku dari antara KEBAIKAN; aku amat faqir, amatlah memerlukan." {QS 28: 24}. Kalimat 

#doa-nya dipilih dengan indah.

13)     Musa tidak menyebut hajatnya yang amat jelas; lapar. Musa tak menyebut kebutuhannya yang sangat mendesak; makanan. 

#doa

14)     Dengan amat santun & mesra; dia mohon pada Rabb-nya kebaikan; & dia tahu; Allah lebih mengetahui yang terbaik baginya.

#doa

15)     Maka apa sajakah yang diterima Musa dari Allah atas 

#doa yang tidak detail, tidak spesifik, & tidak tervisualisasi ini?

16)      Musa bukan hanya mendapat makan atas laparnya; tapi juga perlindungan, bimbingan, pekerjaan; bahkan kelak istri & kerasulan.

#doa

17)     Betapa Allah Maha Pemurah; 

#doa hambaNya yang santun & sederhana; dijawab dengan limpahan karunia melampaui hajat utama.

18)     Hamba agung kedua yang kita kan belajar 

#doa darinya ialah Yunus, 'Alaihis Salam; setelah dia marah & pergi dari kaumnya.

19)     Mari kita fahami betapa berat tugas da'wah Yunus di Ninawa; betapa telah habis sabarnya atas pembangkangan kaumnya. 

#doa

20)     Lalu diapun pergi sembari mengancamkan 'adzab Allah yang sebagaimana terjadi dahulu; pasti turun pada kaum pendurhaka.

#doa

21)     Tapi dia pergi karena ketaksabarannya sebelum ada perintah Allah; maka Allah akan mendidiknya untuk sabar dengan cara lain.

#doa

22)     Kita tahu; ringkasnya, Yunus dibuang ke laut dari atas kapal setelah 3 kali undian muncul namanya; lalu ditelan ikan. 

#doa

23)     Menurut sebagian Mufassir; ikan yang menelannya ditelan ikan lebih besar; jadilah ia gelap, dalam gelap, dalam gelap. 

#doa

24)     Bahkan ikan itu membawanya ke dasar samudera. Maka terinsyaf Yunus akan khilafnya; lalu menghibalah dia. Bagaimana

#doa-nya?

25)     Apakah 

#doa-nya detail, spesifik, & tervisualisasi; jika yang paling dihajatkan Yunus saat itu ialah keluar dari perut ikan?

26)     Tapi 

#doa-nya justru; La ilaha illa Anta, subhanaKa, inni kuntu minazh zhalimin; Tiada Ilah sesembahan haq selain Engkau..

27)      ..Maha Suci Engkau; sungguh aku termasuk orang yang berbuat aniaya." {QS 21: 87} Indah & mesra; penuh kerendahan hati. 

#doa

28)     Apa yang diperoleh Yunus dari 

#doa yang amat tidak spesifik, tidak detail, & tidak tervisualisasi ini? Sungguh berlimpah!

29)     Yunus bukan hanya dikeluarkan dari perut ikan; dia bahkan tak perlu payah berenang; karena 'diantar' sampai daratan. 

#doa

30)     Dan bukan sembarang daratan! Ibn Katsir mengetengahkan riwayat; Yunus didamparkan di tanah yang ditumbuhi suatu tanaman. 

#doa

31)     Ketika Yunus memakannya; tanaman itu memulihkan tenaga & kesehatannya setelah sakit & payah berpuluh hari di perut ikan & lautan. 

#doa

32)     Yunuspun bugar, bersemangat, & berjanji pada Allah untuk nanti tak menyerah mendakwahi kaumnya; apapun yang terjadi. 

#doa

33)     Tapi alangkah takjub penuh syukurnya dia; ketika kembali ke Ninawa, seluruh kaumnya justru telah beriman pada Allah. 

#doa

34)     Doa sederhana itu diijabah; bebas dari perut ikan, selamat dari laut ke darat, tanaman pembugar, & berimanlah kaumnya! 

#doa

35)     Berkata Ibn Taimiyah; "Di antara seagung 

#doa; ialah doa Yunus AS. Padanya terkandung 2 hal; pengagungan keesaan Allah..

36)      ..dan pengakuan akan dosa." Sungguh untuk bermesra dengan Allah & dikaruniai nikmat agung; 2 hal dalam 

#doa Yunus ini cukup.

37)      Memang demikianlah; ber- 

#doa bukan cara memberi tahu Allah apa yang kita perlukan; sebab Allah Maha Tahu, Maha Bijaksana.

38)     Memang demikianlah; ber- 

#doa bukan cara memberi tahu Allah apa yang kita perlukan; sebab Allah Maha Tahu, Maha Bijaksana.

39)     Ber-

#doa itu berbincang mesra; agar Allah mengaruniakan yang terbaik untuk kita dengan ilmu & kuasaNya yang sungguh Maha.

40)     Di atas soal 'boleh-tidak boleh'; ada perbincangan tentang Adab kepada Allah SWT; hingga para 'ulama memuji 

#doa Adam AS.

41)     Doa dengan kalimat imperatif (mengandung Fi'lul Amr/kata kerja perintah) sesungguhnya tak terlarang; tapi Adam ajarkan Adab.

42)     "Rabbana zhalamna anfusana, wa IN LAM taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin.. Duhai Rabb kami, kami..

#doa

43)     ..telah menganiaya diri sendiri; ANDAI Kau TAK ampuni & sayangi kami; sungguh kami pastilah termasuk orang merugi." 

#doa

44)      

#Doa indah itu menghiba; merendah, mengakui lemah, fakir, salah, & bernodanya diri; disertai mengagungkan keesaan Allah.

45)     Sekali lagi; saya tak hendak mengatakan bahwa 

#doa detail, spesifik, & tervisualisasi itu dilarang. Hanya, kita bicara Adab.

46)     Mungkin boleh, -mungkin-; kekata, "Saya sudah doa sembari shadaqah sekian; kita tantang Allah yang sudah janji ganti 10 kali!"

#doa

47)     Tapi dari sisi Adab; kita khawatir tak medapati tuntunannya dari insan-insan mulia yang 

#doa-nya diabadikan oleh Al Quran.

48)      Sebagai penutup; mari simak lagi 

#doa seorang ahli ibadah yang detail, spesifik, & tervisualisasi. Ibn 'Athaillah pengisahnya.

49)      Seorang 'Abid ber-

#doa mohon pada Allah agar dikaruniai 2 potong roti tiap hari tanpa harus bekerja; sehingga dengannya..

50)     ..dia bisa tekun beribadah. Dalam bayangannya, jika tak berpayah kerja mengejar dunia, ibadahnya kan lebih terjaga. 

#doa

51)     Maka Allah mengabulkan 

#doa-nya dengan cara yang tak terduga; ia ditimpa fitnah dahsyat yang membuatnya harus dipenjara.

52)     Allah takdirkan di penjara dia diransum 2 potong roti; pagi & petang. Tanpa bekerja. Diapun luang & lapang beribadah. 

#doa

53)     Tapi apa yang dilakukan si 'Abid? Dia sibuk meratapi nasibnya yang terasa nestapa di penjara; "Mengapa ini terjadi?" 

#doa

54)     Dia tak sadar bahwa masuk penjara adalah jalan ijabah atas

#doa-nya yang detail, spesifik, & tervisualisasi; 2 roti/hari.

55)     Demikian ya Shalih(in+at) bincang kita tentang 

#doa. Maafkan segala yang tak terkenan. Selamat berbincang mesra denganNya:)

 

By: Salim A. Fillah

***
Alhamdulillah..Inilah kiranya jawaban atas pertanyaan saya selama ini. Beberapa kali mendengarkan kajian beliau di Majelis Jejak Nabi, beliau selalu berpesan: "Mintalah kepada ALlah hikmah, bukan materi". Tadinya saya tak paham, ternyata maksudnya adalah, memohonlah kebaikan kepada Allah, karena Allah tahu yang baik untuk kita, sedangkan kita tidak tahu."