Minggu, 14 Agustus 2011

Hari Pertama dan Sebuah Resolusi Baru

Jum'at kemarin adalah hari pertama saya ngasisteni murid2 di lab kimia. Saya menjadi asisten bareng seorang Bapak yang belasan tahun berkecimpung d industri. Seorang praktisi memang punya keunggulan tersendiri, karena ternyata banyak hal yang belum saya ketahui tentang kimia dan tidak saya peroleh di bangku kuliah *ilmu saya masih cetek :(

Sebelum praktikum dimulai, saya berbincang dengan si Bapak. Ternyata orangnya asik diwawancara (lha?). Iya, saya bertanya banyak hal terkait pengajaran kimia. Kadang beliau memberi tips-tips praktis (laboran lab pun yang menjadi teman berbincang turut manggut2 tanda takjub). Ehm, kadang beliau berbicara dengan istilah dan bahasa kimia yang saya sudah lupa. Jadi malu deh karena seringkali beliau menangkap isyarat ketidaktahuan saya, dengan sabar beliau menjelaskan hal yang tidak saya mengerti. Low profile sekali beliau ini.

Keesokan harinya, sebagai pengganti praktikum hari kamis yang tertunda, maka saya bersama beliau ngasisteni murid2 lagi. Hehe, kali itu saya sudah mempersenjatai diri dengan buku berjudul Kimia Larutan. Saat berbincang dengan beliau, saya sembari membuka-buka buku, siap2 mencari tema yang sedang beliau bicarakan supaya gak nge-blank banget. Beliau melihat saya kadang sibuk membuka buku sementara beliau berbicara. Saya cuek aja lah daripada gak ngerti sama sekali mending 'nyontek' ke buku :D

Dari perbincangan2 itu, saya jadi punya resolusi untuk ke depan:

dalam sehari, setidaknya saya harus mengerjakan 3 buah soal kimia

Selasa, 02 Agustus 2011

Puasa Itu Mengasyikkan

Rating:★★★
Category:Books
Genre: Health, Mind & Body
Author:Rajendra Kartawiria
Bagaimana Mungkin Puasa Dapat Menyehatkan?

Salah satu bagian otak, yaitu hipotalamus, merupakan pusat pengontrol rasa lapar. Ia mendeteksi rasa lapar dan kenyang dengan glikogen sebagai indikatornya. Jika kandungan glikogen rendah, hipotalamus akan memberikan informasi ‘lapar’ kepada kita agar kita makan, serta memerintahkan alat-alat pencernaan segera bersiap mengolah makanan. Tapi, saat kita berpuasa, ia akan memerintahkan pengaktifan program autolisis.

Program ini akan memburu cadangan lemak tubuh dan mengubahnya menjadi sumber energi dan nutrisi. Melalui penguraian lemak ini, zat-zat racun yang tertimbun dalam lemak juga turut terurai dan terbawa oleh aliran darah menuju hati. Hati tidak bekerja keras saat berpuasa (karena tidak ada asupan makanan untuk disaring), maka ia akan efektif menyaring racun. Racun-racun ini akan dibuang melalui pernafasan, keringat, atau air seni.
Jika tidak ada cadangan lemak, program autolisis akan memburu timbunan sel-sel mati yang apabila tidak dikeluarkan akan berkembang menjadi borok,kutil, daging tumbuh, tumor, atau kanker.

Melalui proses autolisis, sel-sel mati tersebut diproses menjadi energi dan diganti dengan sel baru. Racun yang tidak dapat diubah lagi akan dibuang keluar tubuh. Demikianlah, racun-racun dalam tubuh dibuang saat kita berpuasa.

Kelebihan: Ilmiah dan bahasannya runut
Kekurangan: Ilustrasi sedikit dan narasi terlampau panjang

Senin, 01 Agustus 2011

Drama di Cakrawala

Awan-awan putih di langit perlahan tertiup angin yang mencari tekanan dan suhu lebih rendah.
Angin ini membawa serta awan-awan hitam.

Awan hitam memenuhi langit, pekat, gelap, hingga sinar matahari tak sanggup menembusnya.

Kemudian turunlah hujan yang deras, angin kencang, dan guntur menggelegar.

Ketika awan hitam telah mencurahkan dirinya dalam bentuk titik hujan, langit menjadi lebih bersih dan terang, mentari bersinar berseri.

Sisa titik hujan membiaskan cahayanya membentuk jembatan pelangi.

Saat ini yang terlihat adalah indahnya cakrawala sore dan udara lembab yang hangat.

Bercermin pada Kekurangan

Maha Suci Allah yang menciptakan alam ini dengan sempurna. Begitu sempurnanya, terkadang tidak disadari bahwa kesempurnaan itu dibangun dengan suatu keterbatasan. Perhatikan alat indra manusia:
Mata hanya bisa melihat cahaya pada panjang gelombang cahaya tampak 380 s.d 700 nm. Bayangkan seandainya mata ini dapat melihat pada seluruh panjang gelombang, betapa pusing dan bingungnya kita saat berjalan. Karena di hadapan kita bertebaran segala macam jenis cahaya infra merah, ultraviolet, sinar
a, g, b dan gelombang-gelombang mikro.
Mata manusia juga terbatas tidak dapat melihat secara langsung benda-benda mikroskopis. Seandainya bisa, mungkin kita akan mual karena terlihat oleh kita bermacam jenis bakteri dan virus dengan bentuk yang aneh dan menjijikkan berterbangan di udara, seratus atau dua ratusnya mampir atau menempel di kulit kita.

Telinga manusia terbatas hanya bisa mendengar suara pada rentang 20 Hz s.d 20 KHz, bersyukurlah karena kita tidak diberi pendengaran supersonik yang akan membuat kita selalu terjaga di malam hari. Bermacam suara akan terdengar oleh kita, mulai dari desisan cicak di dinding, suara tetesan air dari keran kamar mandi, sampai dengan obrolan sejumlah orang di belahan dunia lain. Terlebih lagi bagi orang-orang yang mempelajari sains yang secara sadar ataupun tidak, otaknya selalu berdzikir karena setiap hari mengkaji hasil ciptaan-Nya. Seharusnya hal ini menambah keimanan dalam hati, namun terkadang diri kita sering mengabaikan tanda-tanda kebesaran-Nya.

(pindahan dari blog wodpress saya yang sudah lupa passwordnya)