Jumat, 18 Juni 2010

Ibu...

Rating:
Category:Other
ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir2 manusia
,dan ibuku merupakan sebuah terindah.
kata yang semerbak cinta dan impian,manis dan sahdu yang memancar dari kedalaman jiwa
.

ibu adalah segalanya. ibu adalah penegas kita dikala lara, impian kita dalam rengsa, rujukan kita dikala nista.
ibu adalah mata air cinta, kemuliaan , toleransi. siapapun yang kehilangan ibunya , ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa merestui dan memberkatinya
.

alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu
,matahari sebagai ibu bumi yang selalu menyusui melalui panasnya
,matahari takkan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera, syahdu tembang beburungan dan sesunyian
.

bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya,pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.

ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud penuh cinta...

*siapa yang buat puisi ini?? bagus sekali*

Minggu, 13 Juni 2010

FriedTalk

Bukan cuma roti aja yg bisa ngomong (BreadTalk), gorengan sudah sejak lama berbicara. Ngebahas apa nih? Itu tuh gara-gara adik kos pengen mendoan di pertigaan soeparno, jadilah aku dan adik kos menuju tukang gorengan.
Si bapak penjual memiliki konsep tadi, FriedTalk. Mendoan dan kawan2nya digoreng kalau pembeli memesan. Jadi, kita bisa lihat bagaimana si bapak mula-mula mengambil tempe, mengaduknya di tepung yang sudah dibumbui, kemudian menggorengnya setengah matang (kata orang Purwokerto 'mendo', itulah kenapa disebut tempe mendoan).
Tapi berhubung yang mengantri buanyak, lama pula si bapak menggorengnya, untung saja ditemani si ibu yang membungkus pesanan. Menunggu, memang kurang menyenangkan, tapi jadi kepikiran tentang FriedTalk, bagus juga dijadikan brand nama.

Jumat, 21 Mei 2010

YOU ARE THE BOSS, NOT YOUR MIND

I know this is only my mind just trying to connect all that memories with what suddenly I heard from my junior. Yea, that event always held every year. Also I secretly read the info in wall magz.
She, my junior, offered me to see that battle with her. But I... after knew 'that people' is in, I rejected it and swear not go to that place (laugh at myself).
She asked me 'why? were you always telling me about how exciting it?', and I always answered 'it was, but it isn't now'.
This morning, I was busy with myself and she knocked my door, "sister, please accompany me to 'that place', I was lefted by my team." she begged me. I was thinking and doing battled in my mind, not a problem, I just send her then go and..."okay miss manager, wait a minute."
Then I accompanied her with my motorbike. In front of 'that place' I said "semangat semangat !!" then I went.
I realize my heart beat wasn't as fast as 4 years ago when I frequently went to 'that place'. It is a stupid if this traumatic won't let go. yea again, don't force yourself just to follow your mind then waken up the athmosphere you don't like. you should control your mind. re battle goes on...

Minggu, 09 Mei 2010

rohismipa.webs.com

http://rohismipa.webs.com

Manusia dan Tuhannya

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amant itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh. Q.S 33:72

 Manusia amat zalim dan bodoh, begitu bodohnya hingga ia tidak berpikir untuk apa dan berhadapan dengan siapa ia. Berjalan di muka bumi dengan angkuhnya, membuat kerusakan dimana-mana. padahal ia hanyalah sebagian kecil makhluk di bumi yang dikiranya besar. Tata surya yang dikiranya besar, ternyata hanyalah sebagian kecil dari galaksi bimasakti yang besar. galaksi Bimasakti yang dikiranya besar, ternyata hanyalah setitik debu di antara berjuta-juta galaksi di jagat raya.

Manusia seharusnya sadar berhadapan dengan siapa ia. Ia berhadapan dengan Al Malik, Sang Penguasa, pencipta alam semesta dan segala sesuatu di dalamnya. Ilmu-nya meliputi yang nyata dan yang gaib. Sayangnya, terkadang manusia terlalu sombong hingga ia enggan bersyukur dan lupa untuk bersabar.

Optimis dalam Belajar

“Siapa yang dikehendaki baik oleh Allah, Dia akan membuatnya faqih dalam agama. Dan ilmu itu hanya dapat diperoleh dengan belajar” -HR.Bukhari-

Hadist di atas tidak hanya berlaku bagi ilmu agama saja, karena pada kenyataannya suatu ilmu hanya dapat diperoleh dengan mempelajarinya.

Telah lama tertanam dalam sistem pendidikan kuno yang mengandalkan daya ingat otak dimana siswa harus menghafal nama, tanggal, dan segala sesuatu dengan mengulang-ulangnya sampai terpatri dalam ingatan. Sehingga belajar menjadi identik dengan hafalan yang banyak, usaha keras, dan merupakan suatu proses yang melelahkan. Ditambah lagi apabila para siswa belajar di bawah tekanan bayang-bayang pengajar yang galak dan nilai yang buruk.

Hal-hal di atas menyebabkan belajar menjadi sesuatu yang sulit dan menakutkan. Ketika siswa dituntut untuk belajar, tiba-tiba diserang  perasaan malas, tidak bersemangat, serta setengah hati dalam melakukannya, itupun jika ada ujian saja.

Bertahun-tahun para ilmuwan neurosains meneliti otak manusia. Dimulai dengan penemuan bahwa otak terbagi menjadi bagian tertentu dimana tiap orang memiliki kecenderungan memakai satu bagian otak sehingga muncul apa yang disebut dengan gaya belajar. Kemudian ditemukan pula bahwa kecerdasan manusia berbeda-beda (logika, musik, sastra, dsb) dan muncul pula empat tipe kecerdasan kreatif (intuitif, inovatif, imajinatif, inspiratif). Namun, akibat persepsi yang salah tentang belajar menyebabkan tiap orang sulit mengembangkan kecerdasannya.

Temuan terbaru para ilmuwan neurosains adalah bahwa keberhasilan seseorang dalam belajar bergantung pada sikap mental, tidak peduli apakah ia pembelajar kinestetik, visual, atau audio. Sehingga segala permasalahan dalam belajar dapt diperbaiki dengan memperbaharui sikap mental (percaya diri dan menyemangati diri).

Belajar dari Ibrahim alaihissalam

Ketika kita telah berusaha sungguh-sungguh namun hasil tidak sesuai harapan, ketika tiba-tiba sahabat yang kita cintai meninggalkan kita, ketika handphone yang kita sayangi hilang. Bukanlah karena Allah benci kepada kita. Justru itulah kasih sayang Allah, yang mengingatkan kita apabila diri melupakan-Nya.

Sama halnya dengan Nabi Ibrahim dan Ismail. Betapa Ibrahim sangat mencintai anaknya, Ismail. Maka Allah menguji keduanya dengan ujian yang berat. Ibrahim harus menyembelih Ismail, anak yang sangat dicintai. Bukan Allah membencinya, tapi justru Allah menyayangi Nabi Ibrahim. Allah tak ingin kecintaan Ibrahim terhadap Ismail melebihi kecintaan kepada-Nya, sehingga hal itu akan memberatkannya di akhirat nanti. Dan karena keduanya menyanggupi perintah Allah, terbukti Ibrahim lebih cinta kepada-Nya, maka Allah SWT pun menggantikan Ismail dengan hewan kurban.

Demikian halnya dengan kita. Mungkin kecintaan kita terhadap dunia membuat niat kita menuntut ilmu menjadi keliru, mungkin rasa sayang kita kepada sahabat kita melebihi cinta kepada Allah, mungkin barang berharga yang kita senangi melalaikan kita dari mengingat Allah. Allah tak ingin kita lalai dari-Nya sehingga menyulitkan kita di hari perhitungan nanti. Kebanyakan manusia baru tersadar ketika diingatkan dengan cara seperti itu.