Rabu, 14 April 2010
Kamis, 08 April 2010
Senin, 05 April 2010
[Succes with Sholat] Meraih Optimis dengan Berwudhu
| Rating: | ★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Religion & Spirituality |
| Author: | Salman Ar-Raisy |
Setiap manusia mengharapkan yang terbaik bagi dirinya. Sayangnya, untuk memperoleh yang terbaik tersebut, terkadang manusia enggan menggunakan cara-cara yang terbaik pula. Bahkan kalah sebelum berperang dengan mengatakan bahwa dirinya takkan sanggup mewujudkan mimpinya tersebut.
Adalah Georgi Lozanov seorang Psikolog dari Sofia, Bulgaria. Beliau yang kemudian dikenal sebagai Bapak Accelerated Learning dunia telah lebih dari 25 tahun meneliti tentang autosugesti. Kesimpulan yang diperolehnya yaitu ketika seseorang memberikan sugesti pada dirinya sendiri, maka hal tersebut akan mempengaruhi kerja pikirannya. Ketika seseorang mengatakan saya bisa, maka pikirannya akan mensinergikan energi kata-kata tersebut dan memerintahkan seluruh anggota tubuhnya untuk berupaya ke arah bisa tadi sehingga orang tersebut menjadi benar-benar bisa. Dengan teknik sugestopedia yang dikembangkannya, ia mampu mengajarkan mahasiswanya untuk menghafal 1200 kata bahasa asing (Prancis atau Inggris) perhari dengan tingkat pengingatan 98 %.
Sebut saja Muhammad Ali, yang dijuluki The Big Mouth. Julukan tersebut disandangnya karena setiap sebelum pertandingan tinju, ia selalu berteriak bahwa ia pasti menang, ia pasti menjadi yang terbaik dan demikianlah hasilnya. Michael Jordan sang master basket. Saat ia menggiring bola pada pertandingan basket, terlihat mulutnya bergumam sesuatu yng belakangan diketahui, ia ternyata tengah meng-autosugesti dirinya dengan mengatakan pada dirinya sendiri “I can! I can! I can!” hingga kita dapat mengenang prestasinya sekarang.
Orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang optimis, yang senantiasa memberikan informasi-informasi positif kepada dirinya. Kata-kata optimis bukan pesimis. bacaan-bacaan yang baik dan positif, bukan cerita kacangan yang menerawangkan pikiran menghayalkan yang bukan-bukan.
Jauh sebelum teknik autosugesti diteliti dan diketemukan, Allah SWT melalui Rasulullah SAW telah memberikan pelajaran tersebut lewat perintah untuk senantiasa mensucikan diri dengan berwudhu. Dalam wudhu, terdapat nilai filosofis bagaimana hendaknya kita memberikan perlakuan yang terbaik bagi diri sendiri dan orang-oarng di sekitar.
Membasuh mulut, yang menggugurkan dosa-dosa ucapan kita. Allah menghendaki agar kita memasukkan makanan yang halal dan mengeluarkan kata-kata yang baik dari mulut kita, kata-kata positif bukan kata-kata yang menyakiti, mencaci apalagi memfitnah.
Membasuh muka. Di sana ada kedua mata kita. Dengan air wudhu semoga dosa kecil yang menumpuk pada mata-mata kita berguguran bersama air wudhu. Dari sana kita menyadari untuk apa mata ini. Untuk mentadaburi ayt-ayat-Nya, untuk menangisi dosa-dosa, bukan untuk bermaksiat pada-Nya.
Dengan membasuh kedua tangan, sadarilah pada diri ini bahwa tangan diciptakan untuk kita berkarya, bukan tangan yang merusak apalagi menyakiti. Membasuh sebagian kepala dan telinga, dengan akal pikiran kita, hendaknya digunakan untuk berpikir positif, maju dan mengembangkan potensi bagi kemaslahatan manusia, bukan untuk berpikir jahat, kotor apalagi membuat makar untuk mencelakakan orang lain. Dengan membasuh kedua kaki, dengan demikian kita ingat kembali agar kaki-kaki ini dilangkahkan ke majelis-majelis ilmu, ke tempat yang menjadikan diri lebih baik, bukan ke tempat maksiat, tempat yang merusak diri dan harga diri.
Mari kita belajar berwudhu kembali dan senantiasa mensucikan diri, hati, dan pikiran dengan berwudhu. Dengan demikian kita peroleh kembali segala yang terbaik pada diri kita dan memperoleh rasa optimis sehingga mampu belajar dan menghasilkan karya yang terbaik pula.wallahu’alam
Kamis, 01 April 2010
Minggu, 28 Maret 2010
Senin, 08 Maret 2010
Sherlock Holmes
Dr. Watson berperawakan sedang, agak gemuk, tipe dokter & tipe2 sahabat yang setia. Sedangkan Mr. Holmes jangkung tinggi kurus, cerdas. Itu bayanganku selama ini kalo baca novelnya, tp begitu liat movienya, Mr. Holmesnya kayak detektif slenge'an masa kini, muka Amrik slenge'an, & tampang mesum, payah.Dr.Watsonnya mnurutku yg lebih pas jd Mr.Holmes, england klasik, berkelas, & terhormat.
Rabu, 03 Maret 2010
Kotak Pandora
Saat pulang ke rumah, seperti biasa Sita menggeledah isi kamarnya untuk memastikan barang2nya masih tersimpan rapi di tempat semestinya terutama laci ukuran besar di paling bawah meja belajar. Laci itu merupakan kotak pandora bagi Sita, krn setiap kali ia membuka laci tesebut ia akan menyadari bahwa ia bukan anak2 lagi. Apa isinya? Ternyata novel2 sejenis goosebumps atau detektif karya2 enid blyton dan komik kesayangannya dulu yaitu detektif conan. Jika ada yang hilang, ia pasti menggerutu pada adiknya "kalo slese baca dibalikin lg doong...". Sita memang tidak lagi membaca novel2 dan komik2 itu, tp ia belum mampu membuangnya karena ia tumbuh didampingi bacaan2 tersebut dan banyak kenangan di sana. Setiap ia membuka laci itu, ia akan berpikir buku2 itu sekarang tidak menarik pasti karena ia bukan anak2 lagi. Dari situlah ia akan merenung dan menghitung-hitung dirinya.
Langganan:
Postingan (Atom)